Archive for June, 2005

Renungan Harian

Monday, June 13th, 2005

Betapa besarnya nilai uang kertas
senilai
Rp.100.000
apabila dibawa ke gereja untuk disumbangkan;
tetapi
betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk
dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama satu jam;
namun
betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika
berdoa(spontan); namun betapa mudahnya kalau
mengobrol
atau bergosip dengan teman tanpa harus berpikir
panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan basketball
diperpanjang waktunya ekstra namun kita
mengeluh
ketika khotbah di gereja lebih lama sedikit daripada
biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu perikop dari
Kitab
Suci; namun betapa mudahnya membaca 100
halaman dari
novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam
pertandingan atau konser namun lebih senang
duduk di
bangku paling belakang di gereja.

Betapa sulitnya untuk menyesuaikan jadwal waktu
kita,
2 atau 3 minggu sebelumnya untuk suatu acara
gerejani;
namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu
dalam
sekejap pada saat terakhir untuk event yang
menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari suatu bab
sederhana
dari Injil untuk di sharingkan dengan orang lain;
namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi
gosip
yang sama kepada orang lain itu.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang
dikatakan
oleh koran; namun betapa kita meragukan apa
yang
dikatakan oleh Kitab Suci.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga
seandainya tidak
perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan
apa-apa,atau berbuat apa-apa.

Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon
melalui
e-mail, dan menyebarluaskannya dengan
FORWARD seperti
api; namun kalau ada mail yang isinya tentang
Kerajaan
Allah; betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan
membukanya dan mensharingkannya, serta
langsung klik
pada icon DELETE.

ANDA TERTAWA .? ANDA BERPIKIR-PIKIR?

Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah kepada
TUHAN,DIA BAIK,PENGASIH DAN PENYAYANG.

Apakah tidak lucu apabila anda tidak
memFORWARD pesan
ini. Betapa banyak orang tidak akan menerima
pesan
ini,
karena anda tidak yakin bahwa mereka masih
percaya
akan sesuatu

Jadwal Manggung Purgatory

Tuesday, June 7th, 2005
PURGATORY GIGS in June and July 2005
9167101019033s Purgatory’s gigs :

Sun, 12 June ‘05 - Univ. Bhayangkara, Bekasi
Mon, 13 June ‘05 - Univ. Stekpi, Unas, Perbanas
Sun, 19 June ‘05 - Univ. YAI (tentativ)
Mon, 20 June ‘05 - Promo PRJ tour to kampus2
Sun, 26 June ‘05 - PRJ, Kemayoran
Mon, 27 June ‘05 - Promo PRJ tour to kampus2
Sun, 03 July ‘05 - PRJ, Kemayoran
Mon, 04 July ‘05 - Promo PRJ tour to kampus2
Sat, 16 July ‘05 - PRJ, Kemayoran
Sat, 16 July ‘05 - PRJ ada meet and greating
setelah manggung)

Should you have any question, do not hesitate to
contact Purgatorial’s management at 08158046186

please to forward to your friends okay..!!
and be there…!!

Perubahan

Tuesday, June 7th, 2005

Prayers Make a Difference 

Most of our prayer lives could use a tune-up.
Some prayer lives lack consistency.
They’re either a desert or an oasis.
Long, arid, dry spells interrupted by brief plunges
into the waters of communion…

Others of us need sincerity.
Our prayers are a bit hollow, memorised, and rigid.
More liturgy than life.
And thought they are daily, they are dull.

Still others lack, well, honesty.
We honestly wonder if prayer makes a difference.
Why on earth would God in heaven want to talk to me?
If God knows all, who am I to tell him anything?
If God controls all, who am I to do anything?

Our prayers may be awkward.
Our attempts may be feeble.
But since the power ofprayer is in the one who hears it
and not the one who says it,
our prayers do make a difference.
===

Doa Membawa Perubahan

Kehidupan doa kita senantiasa perlu mengalami perubahan.
kebanyakan kehidupan doa kita kurang konsisten.
Kehidupan doa kita seperti berada di padang gurun.
Kering dan hanya dialiri mata air dalam sekejap.

Dalam berdoa kita butuh ketulusan.
Doa yang kita naikkan hanya, hafalan,dan kaku.
Doa kita lebih seperti liturgi.
Dan walaupun kita terus melakukannya setiap hari,
sehingga doa-doa kita membosankan.

Dibutuhkan kejujuran dalam doa kita.
Kadang kita berpikir apakah
doa-doa kita akan membawa perubahan.
Terkadang kita berpikir, apakah Tuhan mau
berbincang2 dengan kita?
Jika Tuhan adalah Maha Tahu, mengapa kita harus
memberitahu Dia apapun juga?
Jika Tuhan mengontrol semuanya,
apakah masih ada yang perlu saya lakukan?

Doa kita mungkin masih ‘tertatih-tatih’.
Mungkin doa kita terdengar ‘lemah’
Tetapi karena kuasa doa terdapat di pihak yang mendengar dan
bukan di pihak yang berdoa,
jadi doa-doa kita pasti membawa perubahan